Tren Skincare Lokal Dan Perkembangan Di Kalangan Konsumen

Tren Skincare Lokal Dan Perkembangan Di Kalangan Konsumen

Tren Skincare Lokal semakin mendapat tempat di tengah perubahan kebiasaan konsumen Indonesia. Produk perawatan kulit kini tidak hanya di anggap sebagai pelengkap penampilan, tetapi juga menjadi bagian dari rutinitas perawatan diri. Kondisi tersebut membuat pilihan produk semakin beragam, mulai dari pembersih wajah, pelembap, tabir surya, serum, hingga berbagai produk yang dirancang untuk kebutuhan kulit tertentu.

Perkembangan industri dalam negeri juga terlihat dari bertambahnya jumlah pelaku usaha. Kementerian Perindustrian mencatat jumlah industri kosmetik Indonesia meningkat dari 1.292 industri pada 2024 menjadi lebih dari 1.500 industri pada akhir 2025, dengan sekitar 90 persen di antaranya merupakan sektor industri kecil dan menengah. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin terbukanya ruang bagi jenama lokal untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Pilihan Produk Tren Skincare LokalĀ  Semakin Beragam

Salah satu perubahan yang mudah di lihat adalah banyaknya pilihan Tren Skincare Lokal di pasaran. Konsumen dapat menemukan produk dengan tekstur, bahan, dan fungsi yang berbeda. Ada produk yang berfokus pada menjaga kelembapan, sementara lainnya di tujukan untuk membantu merawat kulit berminyak, kusam, atau mudah mengalami masalah tertentu.

Selain itu, produk lokal memiliki kesempatan untuk memahami karakter konsumen di pasar Indonesia. Harga yang lebih beragam juga membuat produk perawatan kulit dapat menjangkau kelompok masyarakat dengan kemampuan belanja berbeda.

Perkembangan tersebut membuat konsumen tidak lagi hanya mencari produk berdasarkan merek. Kandungan bahan, fungsi, tekstur, kemasan, serta pengalaman pengguna turut menjadi pertimbangan. Oleh karena itu, produsen perlu memberikan informasi yang jelas agar pembeli dapat menentukan pilihan sesuai kebutuhannya.

Media sosial dan platform perdagangan digital ikut mengubah cara masyarakat menemukan produk skincare. Konsumen dapat melihat ulasan, video penggunaan, rekomendasi kreator, hingga informasi produk sebelum melakukan pembelian.

Menurut BPOM, kategori perawatan, kecantikan, dan skincare menjadi kategori dengan pendapatan terbesar di TikTok Shop dalam data yang di sampaikan pada Juli 2026, dengan nilai Rp35,61 triliun dan pertumbuhan 79,73 persen. Data tersebut menunjukkan besarnya peran kanal digital dalam perkembangan pasar produk kecantikan.

Namun demikian, konsumen perlu membedakan antara pengalaman pribadi seseorang dengan informasi yang dapat di buktikan secara umum. Tidak semua produk yang viral akan cocok untuk setiap orang. Kondisi kulit, bahan yang di gunakan, serta cara pemakaian perlu di pertimbangkan sebelum membeli.

Kualitas Dan Keamanan Semakin Penting

Pertumbuhan pasar juga membuat aspek keamanan menjadi perhatian. Produk skincare yang beredar seharusnya memenuhi ketentuan yang berlaku dan memberikan informasi yang benar mengenai kandungannya. BPOM pada 2026 memperkuat pengawasan terhadap kosmetik yang di pasarkan secara daring maupun langsung.

Pada triwulan II 2026, BPOM menemukan 14 kosmetik yang mengandung bahan berbahaya atau bahan yang di larang. Sebanyak 11 di antaranya merupakan produk lokal yang di buat berdasarkan kontrak produksi, sedangkan dua produk tidak memiliki izin edar. Temuan tersebut menunjukkan bahwa konsumen tetap perlu berhati-hati meskipun suatu produk di pasarkan dengan label lokal.

Karena itu, masyarakat di anjurkan menerapkan Cek KLIK, yaitu memeriksa kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa sebelum membeli kosmetik. Langkah sederhana tersebut dapat membantu konsumen menghindari produk yang tidak memenuhi ketentuan.

Persaingan yang semakin ketat mendorong produsen lokal untuk terus melakukan inovasi. Perusahaan perlu mengembangkan formula, memperbaiki kemasan, menjaga kualitas produksi, serta memahami perubahan kebutuhan konsumen.

Regulasi juga terus berkembang. Pada April 2026, BPOM menetapkan Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2026 mengenai Sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik atau CPKB. Regulasi tersebut di tujukan untuk menyederhanakan proses sertifikasi tanpa menurunkan standar keamanan dan mutu produk Tren Skincare Lokal.